1. Riset & Penemuan Ide
Membangun fondasi cerita yang relevan.
Analisis Target Audiens
Sebelum membuat video, jawablah 3 pertanyaan "Siapa" ini:
Umur, hobi, dan gaya bahasa yang mereka sukai.
Apa masalah penonton yang bisa dijawab oleh video Anda?
Video apa yang sudah ada? Bagaimana video Anda tampil beda?
Pro-Tip: Rumus Hook-Body-CTA
Video 2 menit Anda butuh Hook (3 detik pertama yang menarik), Body (Isi pesan yang jelas), dan CTA (Call to Action/Apa yang harus dilakukan penonton setelah menonton).
2. Penulisan Skrip (Screenwriting)
Mengubah ide menjadi instruksi tertulis.
Skrip multimedia tidak hanya berisi kata-kata, tapi juga deskripsi visual. Gunakan metode **AV Script (Audio-Visual)**.
| SEQ | VISUAL (Apa yang tampak) | AUDIO (Apa yang terdengar) |
|---|---|---|
| 01 |
[EXT. TAMAN - SIANG] Talent berjalan santai. Text animasi muncul: "Hidup Sehat". |
[MUSIC] Upbeat akustik (fade in). [VO] "Pernahkah Anda merasa lelah sepanjang hari?" |
| 02 |
[CLOSE UP] Talent menunjukkan botol minum ke arah kamera. |
[VO] "Kuncinya ada pada hidrasi yang
cukup." [SFX] Suara air mengalir (ting). |
Gunakan format ini untuk tugas Anda agar terlihat profesional.
3. Visualisasi Storyboard
Komik teknis untuk panduan syuting.
Elemen Wajib Storyboard:
-
Shot Type
Long Shot, Medium Shot, atau Close Up?
-
Camera Movement
Pan (Kiri/Kanan), Tilt (Atas/Bawah), atau Zoom?
-
Action & Dialog
Apa yang dilakukan karakter di kotak tersebut?
Catatan Teknis untuk Peserta
Jangan terjebak pada kualitas gambar. Fokuslah pada kontinuitas. Pastikan dari Panel 1 ke Panel 2, penonton tidak bingung dengan posisi subjek Anda. Storyboard yang baik adalah yang bisa dipahami oleh orang asing tanpa Anda perlu menjelaskannya.
Latihan Cepat: Content Check
Manakah yang merupakan elemen "Visual" dalam naskah?